6 Hal yang Sering Dikeluhkan Adalah Rezeki

6 Hal yang Sering Dikeluhkan Adalah Rezeki

Sejak kecil, anda memang tidak diajarkan guna tak lekas mengeluh. Bahkan ibumu sempat bilang bila selalu ada opsi di samping mengeluh guna mengungkapkan kekecewaan. Namun semakin dewasa kamu, peluang untuk mengeluh semakin tersingkap lebar. Apalagi ketika hidup sedang tidak bersahabat. Semua rencanamu tidak dipedulikan hancur berantakan. Mimpi yang pelan-pelan anda raih tidak jarang tak dapat digenggam.

Apa tersebut rezeki bila pada kesudahannya semesta justeru memandangmu anak tiri? Ah, tidak adil!

Sebelum anda mengeluh lebih jauh lagi, sebelum anda membandingkan hidupmu yang begini-begini saja dengan orang lain, baiknya anda tuntaskan artikel ini dulu. menurut Agen Bola Indonesia Terbesar Dan Terbaik 2019 Sebab sejak anda lahir ke dunia, rezeki yang anda dapat tak pernah putus adanya. Kamu melulu belum sadar saja.

1. Banyak orang yang menggerutu sebab tak kunjung dipertemukan dengan kegiatan impian. Padahal kapan lagi punya tidak sedikit waktu senggang?

6 Hal yang Sering Dikeluhkan Adalah Rezeki

6 Hal yang Sering Dikeluhkan Adalah Rezeki

Belasan tahun sekolah, begitu lulus kamu malah lebih tidak sedikit di rumah. Bukannya tak berusaha, tapi kelihatannya keberuntunganmu sudah berakhir saat anda diwisuda. Keluar masuk perusahaan, berlembar lamaran anda kirimkan, namun hasilnya tetap sama. Nol besar. Akhirnya nggak ada opsi di samping mengeluh.

Masih mengganggurnya anda ini sebenarnya pun termasuk rezeki. Rezeki masa-masa senggang untuk dapat lebih melakukan tidak sedikit hal. Coba bayangkan bila kamu telah dipertemukan dengan kegiatan impian, barangkali sekadar jalan-jalan atau ngopi saja anda tak sempat.

2. Umur semakin tua, namun pasangan belum pun ada. Anggap saja semesta menyimpannya lebih lama supaya kamu semakin giat berusaha

 

Sejak ditiupkan ruhnya dalam kandungan, jodoh, maut, rezeki seseorang tersebut sudah ditentukan. Namun dalam perjalananmu mengarah ke dewasa ini, hal-hal yang telah ditentukan tersebut semakin susah saja ditemui. Apalagi soal jodoh. Dari sekian tidak sedikit yang jajaki mengetuk hatimu, sampai kini belum terdapat yang sesuai juga.

Masa-masa sendiri di usia yang semakin dewasa ini memang tak menyenangkan. Namun, bila dipikir lagi waktu seperti ini pun termasuk rezeki. Sebab semesta sebetulnya telah menyiapkan satu nama. Hanya saja kalian sengaja tak dipertemukan dulu supaya bisa saling menemukan. Bukankah bertemu jodoh lewat usaha sendiri lebih nikmat dan syahdu untuk diingat sampai nanti.

3. Sekecil apapun gajimu, syukuri saja dulu. Toh anda masih diberi kegiatan yang jelas menghasilkan~

 

Belum bisa pekerjaan, ngeluh. Udah dapat kegiatan tapi gaji masih pas-pasan ngeluh juga. Apalagi kalau dikomparasikan dengan yang lainnya, gajimu paling jauh dari mereka. Maka mengeluh dan mengeluhlah yang anda lakukan sembari menatap iri pencapaian teman-temanmu itu.

Sebenarnya gaji kecil konsepnya sama laksana belum dipertemukan dengan pekerjaan. Nominal yang anda terima tiap bulannya (plus jatuh bangunmu dalam memadai kebutuhan) ialah bagian dari rezeki yang diserahkan Tuhan. Syukuri dulu anda punya kegiatan yang menghasilkan. Daripada telah lulus lama namun masih menganggur juga.

4. Meski sering diciptakan kesal spektakuler dan berurai air mata, nggak ada lokasi berteduh senyaman keluarga. Merekalah yang mau menerimamu tanpa cela

 

Sering dimarahi, sering diciptakan kesal sekali, hingga pernah kamu bercita-cita tak berasal dari family ini. Sederet asa tersebut ialah keluhanmu sekitar masa peralihanmu dari remaja menjadi dewasa. Sebab menurutmu ayah, ibu, serta kakak dan adikmu terlampau ikut campur bahkan seakan menyetir segala keputusanmu.

Padahal keluarga ialah satu-satunya lokasi berteduh sangat nyaman. Hingga tak dapat ditukarkan dengan apapun di dunia. Seperti kata Abah di serial Keluarga Cemara, harta yang sangat berharga ialah keluarga.

5. Hidup simpel bahkan kadang kelemahan memang tak nyaman. Namun bukankah ini peluang untuk tahu hingga mana kamu dapat bertahan?

 

Dari kecil hingga sebesar ini, anda terbiasa hidup sederhana. Bahkan kadang anda malah merasa hidupmu tidak cukup sekali. Bawa bekal, rela nggak jajan hingga harus jualan demi meningkatkan uang saku, seluruh pernah anda lakukan. Sampai kesudahannya di satu titik anda merasa lelah. Lalu mengeluh kenapa anda dari dulu terkurung dalam suasana yang serba pas-pasan.

Mengeluh ketika kondisimu sedang kelemahan memah tidak salah. Bahkan lumrah dilakukan. Namun tahukah anda bahwa kurangnya hidupmu pun adalahrezeki yang mesti dinikmati juga? Paling tidak dengan keadaan tersebut kamu jadi tahu sejauh mana kamu dapat bertahan.

6. Kegagalan yang sering anda tangisi pun pun rezeki. Karena yang namanya rezeki tak melulu dalam format pencapaian atau prestasi

 

Sudah belajar dari jauh-jauh hari, namun apa daya, kamu melulu lolos sampai etape administrasi. Ingin buka usaha, tapi kesudahannya bangkrut juga. Sampai akhirnya anda merasa kegagalan menjadi nama tengamu saking seringnya.

Meski gagal tidak jarang menghampiri, rasa nggak enaknya adalahsebagian dari rezeki. Paling tidak anda jadi tahu alangkah pahitnya tidak berhasil dan diremehkan orang. Pun bila dipikirkan lagi, anda jadi lebih paham bahwa yang namanya rezeki tersebut tak tidak jarang kali berbentuk prestasi dan pencapaian.

Kalau di pikiranmu rezeki tersebut selalu berupa sesuatu yang menyenangkan, anda salah besar. Sebab rezeki tersebut universal dan dapat dalam format apa saja. Marah, senang, kecewa juga dengan berhasil dan gagal, tersebut semua tergolong rezeki yang (mau tak mau) mesti diterima manusia. Kalau rezeki dalam format hal yang tidak cukup menyenangkan belum dapat kamu syukuri, layak saja Yang di Atas belum mempertemukanmu dengan hal-hal yang anda ingini.